header3.jpg

Reformasi birokrasi meliputi tiga aspek yakni aspek kelembagaan, aspek tatalaksana dan aspek aparatur. Dari tiga aspek tersebut dipecah menjadi delapan agenda reformasi birokrasi, ini yang akan dinilai, kata Deputi Bidang TAB BPPT Soni Solistia Wirawan di sela acara Entry Meeting dan Evaluasi Pelaksanaan Program Reformasi Birokrasi BPPT tahun 2017/2018, di Puspiptek Serpong (28/09).

Lanjutnya, yang penting dari agenda Reformasi Birokrasi (RB) ini adalah bagaimana meresap sampai kesemua pegawai dan pegawai harus tau tugasnya masing-masing yang terkait dengan target lembaga.

Program inilah yang dinilai adalah ke efektifannya dan nanti akan berujung kepada kinerja. Adapun untuk target kedepan menurut Soni, harus memperbaiki RB ini yang hasilnya dari penilaian dapat meningkat, peningkatan tersebut tentunya juga terkait dengan nilai. Yang lebih penting lagi RB suatu budaya yang harus ditanamkan, jelas Soni.

Sementara dikatakan Sekretaris Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur Dan Pengawasan Menpan-RB Didit Noordiatmoko bahwa RB di BPPT kalau dilihat dari tahun 2016-2017 ada tren meningkat.

Sekarang ini kita akan lihat yang 2018 apakah tren nya akan meningkat juga, tapi yang jelas kami mecoba untuk melihat lebih kedalam atau ke pegawainya, kita akan mengidentifikasi mencari data mana saja yang sudah siap yang nantinya akan kami diskusikan oleh tim BPPT, ujar Didit.

Didit berharap BPPT dapat lebih baik lagi, menurutnya BPPT hadir untuk meningkatkan kemandirian bangsa jadi beban yang diberikan negara kepada BPPT begitu tinggi, harapan yang lain reformasi di BPPT akan semakin baik sehingga apa yang dimandatkan negara bisa terwujud. (Humas/HMP)

Sumber : https://bppt.go.id/layanan-informasi-publik/3303-bppt-reformasi-birokrasi-suatu-budaya-yang-harus-ditanamkan