header3.jpg

Reformasi Birokrasi pada hakekatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan, ketatalaksanaan dan sumber daya manusia, demikian dikatakan Kepala BPPT Hammam Riza di acara Entry Meeting Evaluasi Kegiatan Reformasi Birokrasi di BPPT tahun 2018-2019, di Gedung Pusat Inovasi dan Bisnis Tekologi, Tangerang Selatan (04/10).

Reformasi birokrasi di BPPT dikatakan Hammam, harus mampu mengubah mindset dan perilaku birokrasi yang ada menjadi semakin baik lagi. Perubahan yang ada dari tahun ke tahun sudah meningkatkan kualitas reformasi birokrasi.

Membangun budaya kerja, merupakan salah satu fokus dalam reformasi birokrasi, karenanya budaya kerja ini berkaitan erat dengan perilaku dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, jelasnya.

Dikesempatan tersebut Hammam juga mengajak kepada pejabat pimpinan tinggi di lingkungan BPPT serta para tim penggerak reformasi birokrasi di lingkungan unit kerja untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan reformasi birokrasi guna mencapai tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, disamping perintah harian lainnya yaitu budaya berfikir positif, disiplin, tepat waktu, serta mewujudkan WBK dan WBBM pada seluruh unit kerja BPPT.

Dari sisi manajemen disebutkannya, bahwa BPPT sangat mendukung dan mendorong pelaksanaan reformasi birokrasi pada semua level, mulai dari pimpinan tinggi sampai dengan level staf.

Dengan semangat reformasi birokrasi, BPPT semakin siap dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam turut membangun dan memakmurkan bangsa Indonesia, tegas Hammam.

Sementara Sekretaris Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPANRB Didid Noordiatmoko menyampaikan terkait evaluasi reformasi birokrasi di BPPT, bahwa evaluasi yang dilakukannya memiliki dua tujuan yang pertama adalah memetakan dan kedua untuk meberikan masukan. Jika sudah bagus bisa ditarik untuk dijadikan suatu kebijakan nasional, ujar Didid.

Fokus kali ini kata Didid pada yang kedua, nantinya kami akan lebih banyak untuk berdiskusi dengan teman-teman di BPPT terkait pembangunan reformasi birokrasi di BPPT. Kami juga akan menekankan bahwa reformasi birokrasi itu harus menampakan hasilnya, ujar Sekretaris Deputi tersebut.

Jika melihat salah satu visi BPPT yakni kemandirian bangsa dan daya saing, menurut Didid pihaknya akan fokus sejauh mana BPPT mampu mendorong kemandirian dan daya saing bangsa serta pemicu kemandirian dan daya saing tersebut. Sesuai dengan temanya Dynamic governance menurut Didid, BPPT mampu mengkoordinasikan berbagai instansi pemerintah terkait dengan aplikasi teknologi sehingga bisa mendorong daya saing dan kemandirian bangsa.

Didid menyebut, bila mengacu pada evaluasi tahun lalu bahwa reformasi di BPPT belum merata disemua unit kerja. Sehingga kami ingin pastikan bahwa tahun ini reformasi itu ada disemua unit kerja di BPPT sehingga ketika bicara kemandirian dan daya saing bangsa dapat ditunjang oleh semua unit kerja yang ada di BPPT, jelasnya. (Humas/HMP)

Sumber : https://bppt.go.id/layanan-informasi-publik/3715-dengan-semangat-reformasi-birokrasi-bppt-siap-membangun-bangsa