header1.jpg

“PMPRB (Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi) bukan merupakan instrumen pengukuran kinerja biasa akan tetapi lebih merupakan pengukuran kinerja manajemen dalam melaksanakan 9 (sembilan) program RB”, ungkap Kepala Biro SDM&O BPPT Sulaiman Kurdi saat acara pembukaan Workshop Sosialisasi Pengisian PMPRB di ruang rapat lantai 9 BPPT (04/3).

Arsitektur dan methode PMPRB hampir sama dengan instrumen pengukuran kinerja biasa (MB Criteria/QM 2004/CRT), yang berbeda adalah referensi penilaiannya. Referensi penilaian PMPRB didasarkan pada proses PDCA (Plan-Do-Check-Act) yang merupakan urutan dari sebuah proses perbaikan (improvement process) yang menjadi esensi dari program RB.

Kesamaan dari instrumen-instrumen ini adalah bahwa semua memakai criteria sebagai tolak ukur yang harus dipenuhi (area to address) yang dituntun melalui pertanyaan yang harus dijawab (guiding question).

Workshop PMPRB dibagi menjadi 2 sesi yaitu tanggal 4 Maret 2013 berupa sosialisasi cara pengisian PMPRB oleh asesor, sedangkan sesi ke 2 dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2013 berupa pengisian sintesa dalam bentuk kertas kerja yang harus didukung dengan bukti-bukti serta pengisian rencana perbaikan.

Pada tahap akhir pemberian nilai di lingkungan SETAMA nantinya disepakati oleh 3 (tiga) pihak yaitu asesor dari lingkungan SETAMA, Sekretaris Utama dan Inspektorat.