header1.jpg

“Bekerja menggunakan Sistem Tata Kerja Kerekayasaan sangat membantu saya dalam menjalankan kegiatan sehari-hari di kantor…”, demikian antara lain disampaikan oleh Bapak Mohammad Dahsyat dari Pusat Teknologi Indsustri Pertahanan dan Keamanan, Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, ketika menjadi Narasumber dalam acara Diskusi Akbar pada tanggal 30 Maret 2012, dengan Topik Sistem Tata Kerja Kerekayasaan (STKK). Melalui sistem ini kegiatan dapat terencana dan terkontrol secara baik dan matang. Hal lain yang sangat membantu adalah bahwa seluruh kegiatan akan terdokumentasi secara baik dan rapih sehingga memudahkan dalam penelusuran serta pengawasan kualitas.

Bagi para Engineer sistem ini sebenarnya bukan hal baru dan bahkan sudah menjadi keharusan dalam setiap pelaksanaan kegiatannya. Namun demikian mengingat dalam pembinaan karir fungsional pegawai di BPPT maka terdapat beberapa ketentuan yang harus diikuti melalui beberapa format untuk kepentingan penilaian angka kredit.

Dalam paparannya Bapak Dahsyat menguraikan pengalaman penggunaan Sistem Tata Kerja Kerekayasaan dalam menjalankan kegiatan di Unit Kerjanya. Berbagai tools dan alat bantu pun dipergunakan dalam menunjang keberhasilan programnya, baik yang manual maupun elektronik, seperti log book dan rumus sederhana excel. Penekanan paparannya adalah bahwa menjalankan Sistem Tata Kerja Kerekayasaan sangat mudah, asalkan mau belajar dan memulainya. Berbagai kesulitan biasanya akan datang pada awalnya saja yang terutama dikarenakan belum terbiasa.

Oleh sebab itu Bapak Dahsyat menghimbau dan mengajak seluruh peserta diskusi untuk segera memulai dan terus menggunakan Sistem Tata Kerja Kerekayasaan ini dalam setiap kegiatan di Unit Kerja mengingat berbagai keuntungan yang akan didapat, baik oleh para Engineer maupun oleh Unit Kerjanya.