header3.jpg

“Konsep dasar STBK merupakan suatu sistem untuk mengatur pemberian tunjangan atau insentif pegawai berdasarkan prestasi kerja”, ungkap Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDM&O) BPPT, Sulaiman Kurdi pada pembukaan acara rutin bulanan Diskusi Akbar, Jumat tanggal 28 September 2012, bertempat di Ruang Komisi 1 dan 2 Gedung BPPT. Sistem Tunjangan Berbasis Kinerja (STBK) yang dijalankan di BPPT ini merupakan salah satu pelaksanaan dari program Reformasi Birokrasi di lingkungan BPPT.

Maksud dan tujuan penerapan STBK adalah untuk meningkatkan motivasi kerja pegawai, meningkatkan kepastian proses pelaksanaan rencana kerja dan pencapaian target IKU Unit Kerja dan Instansi, selain itu juga memastikan terjadinya keterkaitan langsung antara renstra dan tupoksi Unit Kerja/Lembaga dengan kegiatan individu serta meningkatkan optimalisasi pengelolaan kapasitas kerja pegawai dan rencana kebutuhan pegawai melalui Analisa Beban Kerja (ABK).

Adapun salah satu komponen dalam STBK adalah kinerja kehadiran, dimana setiap hari kehadiran pegawai akan diperhitungkan dalam pemberian tunjangan kinerjanya. Dengan demikian seluruh pegawaiharus mulai memahami dan mengerti arti tingkat kehadirannya di unit kerjanya masing-masing dalam rangka pelaksanaan tupoksinya. Selain itu para Kepala Unit Kerja juga dituntut untuk memahami STBK ini dalam rangka pembinaan pegawai yang berada dalam kewenangannya masing-masing.

Dalam diskusi berkembang usulan agar BPPT menerapkan jam kerja fleksibel yang disesuaikan dengan kekhasan sebagai lembaga perekayasaan. Dalam tanggapannya dijelaskan bahwa BPPT sebagai lembaga pemerintah tetap harus mengacu dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang mengatur Pegawai Negeri Sipil. Namun demikian dalam rangka penyempurnaan suatu sistem, semua usulan dan kritik yang konstruktif akan menjadi pertimbangan dalam setiap upaya perbaikan tersebut.