header2.jpg

Menindaklanjuti sesi diskusi tentang 5 peran BPPT yang kali ini mengambil Topik Peran BPPT sebagai Pengkaji Teknologi, Solusi Teknologi serta Intermediasi Teknologi, maka pada tanggal 3 November 2010 bertempat di Ruang Komisi Utama telah dilaksanakan FGD diskusi lanjutan Peran BPPT dengan narasumber / kontributor Bapak Ilham A. Habibie serta Bapak Kristanto dari BIC.

Dalam paparannya mengenai 5 Peran BPPT, Bapak Ilham A. Habibie mengatakan perlunya melakukan penggalian peran BPPT, hal ini dikarenakan peran BPPT dari dulu sampai sekarang tidak berubah tetap sama. Dari 5 peran BPPT harus ada penyesuaian teknologi berkaitan dengan state of the art technology.

Dalam kesempatan yang sama, Bapak Ilham A.Habibie juga menjelaskan posisi proses bisnis BPPT sebagai pengkaji teknologi adalah BPPT sebagai lembaga publik yang menjadi salah satu aktor dalam Sistem Inovasi Nasional (SIN). BPPT seharusnya sudah mengetahui seperti apa kedepannya dalam pengkajian teknologi. BPPT juga menjembatani antara lembaga mikro (universitas,penelitian) dengan lembaga makro (pemerintah).

Pada diskusi tersebut, Bapak Kristanto menjelaskan bahwa bisnis proses hanya bisa berjalan apabila mengenal siapa yang memakai produk kita (customer) serta harus mencari orang untuk dilayani serta mempertemukan apa yang dicari costumer dengan yang mempunyai produk. Peran intermediasi bukan pekerjaan teknikal tapi lebih ke sosial. Tujuan dari peran intermediasi juga untuk membuat bisnis dengan masyarakat selaras menuju satu arah, satu tujuan. Sedangkan fungsi sentral di dalam BPPT adalah membawa satu dominan ke dominan yang lain untuk lebih bermanfaat.

Untuk melakukan penggalian 5 proses bisnis BPPT, semua peserta diskusi bebas mengemukakan pendapatnya. Hasil diskusi ini nantinya dimaksudkan untuk lebih terdefinisinya proses bisnis BPPT sehingga mampu menghasilkan berbagai layanan dengan nilai proposisi yang sesuai dengan keinginan penikmat layanan BPPT.