Hits: 3229

{rokbox}images/stories/s.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/s1.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/s2.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/s3.jpg{/rokbox}

Tim Teknis RB telah melakukan pertemuan konsolidasi implementasi manajemen perubahan di unit kerja Sekretariat Utama pada tanggal 30 Juli 2010 bertempat di ruang rapat Biro Perencanaan. Pertemuan konsolidasi ini sebagai kelanjutan dari arahan Kepala BPPT bahwa tahun 2010 ini adalah tahun untuk implementasi seluruh sistem yang telah dihasilkan oleh Pokja di Tim Teknis RB.

Sekretariat Utama Bapak Jumain Appe didalam memberikan sambutannya menjelaskan wajibnya implementasi RB diseluruh lingkungan kerja BPPT termasuk di lingkungan Sekretariat Utama (Setama) BPPT. Pelaksanaan RB dilingkungan Setama berbeda dengan pelaksanaan RB dikedeputian Teknis karena selain kegiatan perekayasaan, Setama juga memiliki kegiatan rutin. Oleh karena itu Bapak Jumain meminta agar setiap unit kerja di bawah lingkungan Setama menentukan program perbaikan minimal 1 untuk kegiatan rutin dan kegiatan perekayasaan. Untuk program perbaikan kegiatan perekayasaan tergantung ada atau tidaknya kegiatan perekayasaan di unit kerja tersebut.

Bapak Sulaiman Kurdi selaku Ketua Tim Teknis RB Pada pertemuan tersebut memjelaskan strategi program RB dengan melakukan inisiatif perubahan melalui pendekatan top down yang dilakukan oleh Tim Teknis RB dan pendekatan bottom up yang dilakukan oleh Tim Manajemen Perubahan Kedeputian/unit kerja. Inisiasi program perubahan di lingkungan Setama melalui inisiatif unit kerja yaitu program perekayasaan Setama dan peningkatan program rutin pelayanan, sedangkan untuk inisiatif individu melalui program perubahan.

Seperti pada pertemuan Konsolidasi di kedeputian, sebagai tindak lanjut konsolidasi ini Setama juga akan membuat dokumen rencana tindak, dan area peluang perbaikan dalam Tata Kerja Kerekayasaan di unit kerja masing-masing serta program perubahan yang pelaksanaannya akan dievaluasi oleh Tim Evaluasi Implementasi RB BPPT.

Penutup pertemuan Bapak Sulaiman Kurdi memberikan cendera mata berupa jam dinding dengan design arah jarum jam terbalik, sebagai simbol bahwa sesuatu dapat dilihat dengan cara pandang baru dari berbagai sudut pandang yang berbeda.