header1.jpg

{rokbox}images/stories/independen1.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/independen2.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/independen3.jpg{/rokbox}{rokbox}images/stories/independen4.jpg{/rokbox}

Proposal RB BPPT yang telah diserahkan kepada Tim Kerja RB Nasional akhirnya mendapatkan penilaian dari Tim Independen RB Nasional. Berdasarkan penilaian dokumen tersebut proposal RB BPPT mendapatkan nilai 2,69 (skala 0-4). Sebagai tindak lanjut dari penilaian dokumen tersebut, maka Kementerian PAN dan RB telah menugaskan Tim Independen RB Nasional untuk melakukan kunjungan lapangan ke BPPT untuk melihat kesiapan pelaksanaan RB di lingkungan BPPT.< ;/p>

Kunjungan lapangan dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 19 dan 20 Oktober 2009. Pada hari pertama kunjungan lapangan tersebut Tim Independen telah diterima oleh Kepala BPPT beserta seluruh Kepala Unit Kerja di lingkungan BPPT dan Tim Teknis RB BPPT. Pada kesempatan ini Tim Independen melakukan wawancara kepada setiap Pokja atas progress kegiatan yang telah dilakukan sesuai dengan isi proposal RB BPPT. Selanjutnya ditanyakan pula kepada beberapa unit kerja tentang kesiapan implementasi RB BPPT.

Sedangkan pada hari kedua tanggal 20 Oktober 2009 Tim Independen RB Nasional melakukan kunjungan ke beberapa unit kerja untuk menanyakan hal terkait RB ini. Unit-unit kerja yang dikunjungi adalah Biro SDM dan Organisasi, PKT, PTIK, PDIS, Pusbindiklat, Program Fudika(Fasilitas Uji Dinamika Kereta Api), Program TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca). Selama kunjungan lapangan ini Tim Independen ingin mencocokan antara rencana dengan realisasi kegiatannya di lapangan atau di unit kerja terkait.

Hasil dari kunjungan lapangan oleh Tim Independen RB Nasional ini menjadi masukan dan pertimbangan bagi Tim Kerja RB Nasional dalam menentukan penilaian ulang atas proposal RB BPPT yang telah diserahkan tersebut dan berdasarkan hasil kunjungan lapangan inilah kesiapan pelaksanaan RB BPPT mendapatkan nilai 3,50 (skala 0 - 4) dengan kategori baik.

Penilaian pasca kunjungan lapangan inilah nantinya yang akan menjadi pertimbangan bagi Kementerian PAN dan RB untuk pengusulan penetapan Tunjangan Kinerja BPPT.